Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2016

KEBUTUHAN POKOK MANUSIA



“Barang siapa yang menginginkan 
kebahagian Dunia dan kahirat 
maka dengan Ilmu”


Makhulk hidup. Ciptaan yang dengan sengaja diciptakan oleh Allah. Dalam teorinya Al Farabi “Sistematik pembetukan alam semesta”, bumi dan seisnya adalah ciptaan yang terakhir. Kita tahu penghuni bumi adalah makhluk hidup. Makhluk hidup sengaja diciptakan untuk menyeimbangkan peredaran bumi. Diantara makhluk hidup terdapat makhluk yang paling sempurna diantaranya adalah manusia. Dengan pejalanan panjang, manusia diciptakan. Hingga saat ini proses terciptanya mausia masih sedikit mengandung perdebatan. Dalam versi kepercayaan orang-orang muslim manusia tercipta dari tanah liat yang dibentuk seperti manusia kemudian diberikan ruh kedalamnya. Manusia pertama kali ialah Adam A.S. Dan Hawa. Kemudian mereka diturunkan ke Bumi untuk menjadi pengganti Allah menjaga dan mengatur keseimbangannya Bumi. Sedangkan versi Darwin bahwa manusia berawal dari hewan, yakni kera. Ia berevolusi dengan durasi waktu yang cukup lama, dan berubah menjadi manusia. Ditandai kera dan manusia banyak kesamaa.
Manusia dikatakan sebagai pengganti (Khalifah) Allah di Bumi dikarenakan manusia diciptakan sedemikian bagus dari pada makhluk hidup lannya. Dengan memiliki akal dan nafsu yang menjadikan manusia dapat mengendalikan hidupnya. Namun Allah telah memberi wejangan kepada kita (manusia), bahwa manusia memiliki dua golongan, pertama manusia yang tergolong manusia yang lebih buruk dari pada hewan yakni manusia yang hanya dan atau lebih dominan menggunakan nafsunya dalam menjalankan kehidupannya. Golongan kedua ialaha manusia yang digolongkan lebih mulia dari pada malaikat, yakni manusia yang lebih dominan menggunakan akal dari pada nafsunya. Maka dari itu, tugas penting dari manusia bagaimana ia bisa mengendalikan nafsu dan mempergunakan akal dengan sebaik-baiknya dalam kehidupan mereka.
Banyak faktor yang mempengaruhi manusia akan lebih dominan menggunakan akal atau nafsu. Faktor terbear yang memperngaruhi manusia adalah quantitas dan qualitas ilmu dan pengalaman yang dimilikinya. Seperti contoh, pada zaman Romawi kuno mengekana sepatu dengan hak tinggi hingga melebihi 60cm merupakan suatu kebanggaan tersendiri, namun seiring perkembangan zaman, dengan adanya orang-orang ilmuan dan mengeluarkan pendapat dari hasil study nya, bahwa hal itu dapat mempengaruhi kesehatan dalam tubuhnya. Maka hingga saat ini sepatu dengan hak yang tingginya hingga lebih dari 60cm tidak pernah digunakan. Contoh lain akhir-akhir ini banyak kasus orang gantung diri dan minum racun untuk mengakhiri hidupnya. Mereka melakukan dengan alasan bosan dengan kehidupannya, kita tahu bahwa sanya hewan dihutan selalu berusaha hidup. Mereka akan melakukan apapun untuk bertahan hidup hingga mereka saking membuhuh. Namun kenapa manusia menginginkan mengakhiri hidupnya??? Inilah yang bisa dikatakan lebih buruk daripada hewan. 
Timbalah ilmu sebanyak-banyaknya. Seperti perintah Allah S.W.T. Setiap muslim dan muslimah fardu meimba ilmu. Sebab dengan ilmu kita akan mengetahui bahwa ada banyak kenikmatan yang telah diberikan, bahwa ada banyak potensi yang bisa kita gunakan dan dengan ilmu kita akan dapat menggerakkan tubuh kita sesuai dengan proposional. Seperti cerita ini
Pada suatu sore ada seorang ayah  mengajak anaknya untuk menikmati sore yang sangat indah di tepian sungai. Dengan percakapan yang sangat gembira sang ayah mengatakatan “nak, kamu tahu tidak bahwa air adalah sesuatu yang sangat berharga, dan bila manusia tidak memiliki air maka ia akan matia”. Tanpa sengaja ada seekor ikan kecil mendengar percakapan tersebut dengan sigap dan membawa rasa takut ia mencari air dan mencari tahu apa itu air. Ia mengitari seluruh sungai yang ada, dan selalu bertanya “apakah kau tahu air???” keapada setiap ikan yang dijumpainya, namun ia tidak mendapatkan jawabanya, hingga ia memutuskan untuk bertemu dengan ikan yang paling tua di sungai dan bertanya hal yang sama “ hai pak tua, saya mendengar bahwa air adalah sumber dari kehidupan, bila tanpa air kita tidak bisa hidup. Saya ingin mencari air untuk kehidupan saya” dengan santai Ikan tua itu menjawab “hai anak muda, tidak usah gusar atas pertanyaanmu itu, betul air adalah sumber dari kehidupan kita, tanpa air kita tidak akan bisa hidup. Karena sebenarnya air ada disekelilingmu, selama kamu masih bisa hidup kamu memiliki air”. 
Dari cerita diatas menunjukkan bahwa ilmu dan pengetahuan sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Bila si ikan kecil tidak mengetahui bahwa air ada disekelilingnya, si ikan kecil akan gusar sepanjang hidupnya. Maka jangan ingin menjadi ikan kecil yang selalu gusar sepanjang hidup kita. Cari dan perbanyak ilmu untuk memnadu dan mensejahterakan hidup kita. Seperti hadis nabi “Barang siapa yang menginginkan kebahagiaan di dunia maka dengan ilmu, barang siapa yang menginginkan kebahagiaan di akhirat maka dengan ilmu dan barang siapa yang menginginkan kedua-duanya maka dengan ilmu”. 
Tidaklah ada kerugian bila kita memutuskan untuk menimba ilmu. Ali bin abi tholib pernah mengatakan “walau orang itu kecil namun akan terlihat besar dianara kerumunan orang banyak karena ia memiliki ilmu, dan walaupun ia besar namun ia akan terlihat kecil di krumunan orang banyak dikarenakan ia tidak memiliki ilmu”. Orang-orang akan mencari mu, mengenangmu dan mengharagaimu bila kau memiliki ilmu. Dengan ilmu yang kau miliki kau akan bertindak sebagai khalifah yang sesungguhnya, untuk menyeimbangkan kehidupan di bumi. Satu hal yang perlu kita renuungkan, bahwa tidak ada kata tua untuk menimba ilmu dan tidak ada kata terambat bagi mereka yang menginginkan perubahan besar dalam hidupnya. Maka, jangan pagari dirimu untuk menimbah ilmu, mulai langkahkan kakimu menuju sumber ilmu.

Rabu, 16 Desember 2015

Kepemimpinan

MEMIMPIN, PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN
Selama bertahun-tahun, padangan kita mengenai apa kepemimpinan itu dan siapa yang dapat mempraktekkannya selalu berubah-ubah. Pada suatu waktu, keahlian kepemimpinan dianggap sebagai suatu bawaan sejak lahir. Pemimpin dilahirkan, dan bukannya diciptakan. Asumsi ini membimbing lahirnya teori kepemimpinan Great Man. Teori ini melihat kekuasaan ada pada sejumlah orang tertentu yang karena pewarisan dan keberuntungan membuat mereka menjadi pemimpin. Mereka yang dari keturunan tertentu dapat memimpin, sedang yang lainnya harus dipimpin[1]. Dengan kata lain, siapa yang terlahir dari seorang raja, maka dia akan menjadi raja. Sedangkan yang lahir dari orang tua sebagai rakyat biasa, maka ia akan menjadi rakyat biasa.
Pemimpin besar dilahirkan bukan dibentuk, seperti yang dikatakan oleh Thomas Carly. Argumentasi itu masih kuat melekat pada masyarakat kita. Seorang pemimpin tidak harus menjadi seorang menejer. Seorang pemimpin tidak harus seorang raja. Tetapi raja dan menejr juga boleh menjadi seorang pemimpin. Akan masih jarang diantara kita yang menyadari itu. Anggapan kita bahwa seorang bisa memimpin bila kita pada posisi yang teratas, atau masih terikat dengan yang namanya jabatan. bila kita berkiblat kepada bapak BF Skiner. Padahal, setiap orang dapat memiliki jiwa kepemimpinan melalui cara pembelajaran, observasi dan pengalaman. Menurut teori ini, bahwa semua manusia berhak menjadi pemimpin. Tidak memandang ia terlahir dari seorang raja, pangeran, presiden atau dia terlahir dari seorang rakyat miskin yang tak terlihat dikebanyakan orang.
Oke. Sudah lumayan untuk membongkar pandangan – pandangan kita mengenai pemimpin atau kepemimpinan. Bila kita lihat dari dua bentuk argumentasi diatas, yang menerangkan bahwa, setiap orang itu berhak menjadi pemimpin. Argumentasi yang lain mengatakan bahwa seorang pemimpin terlahir sudah memiliki jiwa kepemimpinan. Maka tiap – tiap dari argument diatas akan benar – benar terjadi. Kemungkinan akan ada sifat, sikap dan prilaku bawaan dari orang tuanya yang berawal adalah seorang pemimpin. Kemungkinan juga sifat, sikap dan perilaku itu akan timbul bermula dari pengalaman dan perkembangan ilmu pengetahuannya. Selanjutnya kita mencoba mengupas dari kata; memimpin, pemimpin kemudian kepemimpinan.
 Memimpin. Tindakan yang dengan tindakan itu sesorang dapat mempengaruhi orang lain.  Memimpin tindakan seorang pemimpin yang harus dapat mempengaruhi para anggotanya untuk melakukan sesuatu. Maka setiap sesorang/pemimpin yang mampu mempengaruhi orang lain untuk melakukan apa yang ia inginkan atau yang harus dilakukan maka disebut memimpin.
Pemimpin. Seseorang yang mampu mempengaruhi orang lain dengan sikap dan atau dengan tindakannya. Dimana orang lain yang dipengaruhi akan mampu melakukan tindakan tersebut dengan suka rela. Kecenderungannya seorang pemimpin ini memiliki pengikut, walau ia bukan seorang ketua dalam organisasi, ataupun seorang menejer. Jadi, seorang pemimpin itu harus memilik seni dalam mempengaruhi orang lain.
Kepemimpinan. Kemampuan individu untuk mempengaruhi, memotivasi, dan membuat orang lain mampu memberikan kontribusinya demi efektivitas dan keberhasilan organisasi (House et.Al, 1999)[2]. Dari beberapa penjelasan diatas baik itu mengenai memimpin dan pemimpin. Bila kita kaji lagi bahwa memimpin itu adalah tindakan untuk mempengaruhi sedangkan pemimpin itu adalah orang yang mempengaruhi. Maka kepemimpinan itu tidak lain merupakan serangkaian tidakan yang berkecenderungan kepada prilaku untuk memimpin atau bisa dikatakan proses mempengaruhi orang lain. Bila seseorang memiliki jiwa kepemimpinan, maka ia akan mampu melakukan proses tindakan yang nantinya akan mempengaruhi seseorang lainnya. Ada banyak faktor seseorang itu dapat mempengaruhi orang lain. Faktor – faktor itu atara lain (1).Kekuatan dari keahlian yang ada pada dirinya (2). Kekuatan dari menghargai orang lain (3). Kekuatan suatu jabatan (4). Kekuatan kharisma, dan (5). Kekuatan dari paksaan/rasa takut.
Keahlian yang ada pada diri. Proses mempengaruhi yang paling kuat mungkin ada pada faktor pertama ini. Kekuatan dari keahlian seseorang yang dimiliki, memang sangat mempengaruhi untuk dapat membuat orang lain terpengaruh. Misalnya, seorang guru besar ekonomi berbicara didepan publik dan berbicara mengenai perekonomian masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maka hampir dari para pendengar akan mendengarkan dengan seksama, dan kemungkinan besar dari para pendengar akan menjalankan apa yang dikatakan oleh guru besar tersebut. Karena masyarakat menganggap ia benar dan pasti akan benar karena dia memiliki kemampuan dibidang tersebut. Atau contoh lain, dalam suatu kelompok terdapat 5 sampai 6 orang. Salah satu diantara mereka adayang lebih menonjol, baik dilihat dari kedewasaannya, kepintarannya dan analisisnya. Maka pada kelompok itu, bila si pintar itu mengatakan sesuatu untuk dilakukan, akan dapat mempengaruhi orang lain/teman 0 temannya yang lain, untuk melakukan apa yang telah dikonsep.
Menghargai orang lain. Kekuatan penghargaan kepada orang lain, termasuk faktor yang kuat dalam mempengaruhi orang lain. Pada dasarnya setiap manusia memiliki sifat yang balas budi. Kita sering mengalami hal itu, atau kita pernah memperhatikan hal itu. Dalam lingkungan sosial, bilamana ada seseorang yang mau menghargai seseorang baik berupa material ataupun non material. Maka mereka yang mendapatkan penghargaan dari seseorang ia, akan lebih menuruti apa kemauan dari sang pemberi penghargaan. Misalnya, yakin adalah anak yang bergaul dalam kelompok bermainnya, yang mereka berinama pena sosial. Dalam kesehhariannya, yakin sering mengajak teman – temannya ngopi sekaligus membahas keberlangsungan kelompok mereka. Pada akhirnya semua teman – teman selalu diteraktir oleh yakin. Dari itu kita dapat melihat, bahwa pemimpin dari kelompok itu ialah yakin, karena ia seing mentraktir teman- teman yang lain. Kenapa dikatakan pemimpin, ya karena manusia itu tipe yang selalu ingin balas budi, kecenderunugan dari teman – teman yakin, akan lebih mengikuti aoa yang dikatakan olehnya. Contoh lain, fenomena yang sering kita alami dan terlebih fenomena ini hanya ada pada momen tertentu. Ketika adanya pemilihan pemerintah daerah, baik itu bupati, DPRD ataupun yang lain, masyarakat akan lebih cenderung kepada mereka sang calon yang memilik harta lebih. Pada saat kampanye, banyak yang tidak di dukung dikarenakan si calon tidak memberi material yang mengiyurkan. Ini adalah salah satu trik untuk mempengaruhi masyarakat.
Jabatan. Tidak bisa diraukan lagi, seseorang yang memiliki jabatan tinggi maka akan mudah untuk mempengaruhi orang lain, entah dengan cara apa ia melakukannya. Karena seorang yang memiliki jabatan ia memliki kekuata untuk dapat mempengerahui seseorang. Misal seorang ketua akan mudah memerintahkan anggotanya melakukan sesuatu.
Karisma. Mengendalikan jiwa pemiliknya, menghancurkan seluruh rasa takut dan mengekspos segala hal biak yang tersembuny dalam diri pemiliknya.karisma memberikan efek cinta dan bahagia, benci dan marah, keberanian dan komitmen, integritas dan loyalitas. Bilamana seseorang memiliki karisma yang tinggi maka ia bisa mengayomi dan dihormati teman dan orang – orang disekelilingnya tanpa banyak bicara. Karisma adalahsuatu kekuatan yang dimiliki manusis untuk memikat orang lain, menambah pengikut dan mempengruhi orang lain dengan daya tariknya.
Kekuatan dari paksaan/rasa takut. Faktor lain yang dapat mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu iadalah dengan sebuah paksaan atau membuat rasa takut pada orang tersebut. Sifat dasar lain dari manusia memiliki rasa kecemasan atau rasa takut. Maka bila ada ancaman yang menghampirinya akan muncul rasa takut dari dalam dirinya. Bila sesorang telah merasakan ketakutan atau kecemasan, maka ia kan melakukan apa saja demi kenyamanan dalam hidupnya. Maka dari itu, seseorang yang diancam oeh orang lain cenderung akan melakukan apa yang diperintahkannya.
Demikian tulisan mengenai apa pemimpin dan kepemimpinan, dan bagaiman menjadi seorang yang dapat mempengaruhi orang lain. Semoga kamu dapat menjadi seorang pemimpin yang dapat mengayomi bahawanmu.



[1] Suko susilo, kepemimpinan, sukosusilo.blogspot.com
[2] Suko susilo, kepemimpinan, sukosusilo.blogspot.com

Jumat, 21 Desember 2012

Empat Ciri Berpikir Ilmiah



Para mahasiswa selalu diajak untuk berpikir ilmiah.  Cara berpikir itu tidak saja terkait dalam kegiatan riset, atau tatkala mengikuti  perkuliahan di ruang kelas, melainkan juga dalam segala tindakannya sehari-hari.     Setiap  komunitas memiliki cara berpikir yang berbeda-beda. Orang kampus adalah disebut sebagai masyarakat ilmiah, sehingga cara berpikirnya pun juga harus mengikuti cara berpikir ilmiah. 

Setidaknya ada empat ciri berpikir ilmiah. Pertama, harus obyektif. Seorang ilmuwan dituntut  mampu berpikir obyektif atau apa adanya.   Seorang yang berpikir obyektif selalu menggunakan  data yang  benar.  Disebut sebagai data yang benar, manakala data itu  diperoleh dari sumber dan cara  yang benar.  Sebaliknya,   data yang tidak benar oleh karena diperoleh dengan cara yang tidak benar. Data itu  dibuat-buat, misalnya.  Data yang benar  adalah data yang benar-benar sesuai dengan kenyataan yang ada, tidak kurang dan tidak lebih.    

Ternyata untuk mendapatkan data yang benar juga tidak mudah. Lebih mudah mendapatkan data palsu. Seorang ilmuwan  harus mampu membedakan antara data yang benar itu dari data yang palsu.  Data yang benar tidak selalu mudah mendapatkannya, dan hal itu sebaliknya adalah data palsu. Banyak orang berpikir salah, oleh karena mendasarkan pada data yang salah atau bahkan data palsu. Dari kenyataan  seperti ini, maka seorang yang  berpikir ilmiah,   harus hati-hati terhadap  data yang tersedia.

Kedua,  rasional  atau secara sederhana orang menyebut masuk akal.   Seorang berpikir ilmiah harus mampu menggunakan logika yang benar.  Mereka bisa  mengenali  kejadian atau peristiwai mulai    apa yang  menjadi sebab dan apa pula  akibatnya.  Segala sesuatu   selalu mengikuti  hukum sebab dan akibat.  Bahwa sesuatu ada, maka pasti ada yang mengadakan. Sesuatu menjadi  berkembang,  oleh karena  ada kekuatan yang mengembangkan. Seseorang menjadi marah oleh karena terdapat sebab-sebab yang menjadikannya marah. Manakala sebab itu tidak ada, tetapi tetap marah,  maka  orang dimaksud dianggap di luar kebiasaan,  atau tidak masuk akal.

Orang berikir ilmiah tidak akan terjebak atau terpengaruh oleh hal-hal yang tidak masuk akal. Informasi, pendapat atau pandangan baru  bagi  seseorang yang selalu berikir ilmiah  tidak segera diterimanya. Mereka akan mencari tahu informasi itu tentang sumbernya, siapa yang membawa, dan kalau perlu diuji  terlebih dahulu  atas kebenarannya. Begitu pula tatkala menghadapi pandangan atau pendapat, maka seorang  yang berpikir ilmiah akan  berusaha mendapatkan alasan atau dasar-dasar yang digunakan hingga muncul pandangan atau pendapat itu. Atas sikapnya seperti  itu, maka seorang  yang berpkir ilmiah dianggap kritis.

Ketiga,  ciri seseorang  yang berpikir ilmiah adalah terbuka. Ia  selalu  memposisikan diri bagaikan gelas yang terbuka dan  masih bisa diisi kembali. Seorang yang terbuka adalah selalu siap mendapatkan masukan,  baik  berupa  pikiran, pandangan, pendapat dan bahkan juga data atau informasi baru dari manapun asal atau sumbernya. Ia tidak segera menutup diri, bahwa hanya pendapatnya  sendiri saja  yang benar dan  selalu mengabaikan lainnya  dari mana pun asalnya. Seseorang yang berpikir ilmiah tidak akan tertutup dan apalagi menutup diri.

Keempat, seorang berpikir ilmiah adalah selalu berorientasi pada kebenaran,  dan bukan pada kalah dan menang. Seorang yang berpikir ilmiah sanggup  merasa kalah tatkala buah pikirannya memang salah. Kekalahan itu tidak dirasakan sebagai sesuatu yang mengecewakan dan menjadikan dirinya  merasa rendah. Seorang yang berpikir ilmiah lebih mengedepankan kebenaran daripada sekedar kemenangan. Kebenaran menjadi tujuan utamanya. Oleh karena itu, seseorang yang berpikir ilmiah, dalam suasana apapun   harus mampu mengendalikan diri,  agar tidak bersikap emosional, subyektif,  dan tertutup.  Keempat hal itulah setidaknya yang harus disandang oleh warga kampus yang biasa disebut mampu berpikir ilmiah. Walllahu a’lam.

The golden age for Indonesia



Pada tahun 2030 nanti Indonesia akan mencapai usia – usia emas. Pada tahun itu Indonesia akan merasakan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya, berkurangnya para pengangguran, menurunnya tingkat rakyat mskin, dan keseimbangan di duia perekonimian. Maka akan banyak pembangunan – pembanguna yang akan dilakukan Indonesia.
Negara jepang telah mengalami angka ke emasan pada 45 tahun yang  lalu. Dengan adanya revormasi meji, memberikan dampak positif bagi perkembangan Negara Jepang, dan sejak itu Jepang dapat memulai perdagangan – perdagangan  internasional dan bersaing dengan Negara – Negara yang maju.
Indonesia telah tertinggl 45 tahun terhadap Jepang. Saat ini Jepang telah dapat bersaing dengan negara – negara kapital/negara maju, dan  indonesia akan merasakan itu baru 17 tahun lagi, dengan harapan para pelajar dan remaja sebagai generasi baru Indonesia dapat berkembang dalam dunia IPTEKnya, agar dapat menggerakkan negara Indonesia.
 “kita tidak akan bias menjadi Negara yang besar dan kita tidak akan bias menjad bangsa yang maju jika tidak dapat mempertahankan budaya prdamaian (moeldoko)”. Indonesia akan menjadi bangsa yang besar ketika masyarakat Indonesia dapat membentuk budaya perdamaian, dapat mengamalkan bhinneka tungal ika. Untu membentuk Indonesia menjadi Negara yang besar, Indonesia harus dapat mengamalkan pancasila sebagamana niai – nilai yang sesungguhnya yang diambil dari nilai – nilai leluhur Indonesia.
Tetapi tidak mudah bagi indonesiauntuk menjadi bangsa yang besar. Pada abad XXI, peperangan tidak lagi menggunakan senjata berat, atau tidak menggunakan senjata yang nyata, tetapi menggunakan  ideology, budaya dan ekonomi. Karena pada abad ke XXI memasuki perang ke IV yaitu perang ASIMETRIS yaitu perang ideology dan penghancuran ideologi. Maka dari itu tidak hanya senjata perang saja yang harus dipersiapkan oleh Indonesia tetapi juga mental, prinsip dan ideologi yang kuat.
Saat ini Indonesia telah melakukan beberapa kerjasama antar Negara Internasional. Seperti AFTA/ACFTA (Asean Cina Free Trade Area) , semua ini dilakukan demi memajukan bangsa Indonesia, dengan membangun relasi antar Negara, tetapi memang pada saat ini Indonesia belum cukup mampu untuk bersaing dengan produk – produk luar/import. Bapak wakil gubernur LEMHANAS (lembaga pertahanan nasional) berkata “pada tahun 2015 nanti Indoneia sudah siap dan mampu untuk bersaing dengan Negara lain, dan pada tahun 2030 Indonesia akan menjadi Negara ke 6 dalam bidang perkembngan perekonomian.
Demi merealisasikan cita – cita bangsa, pemerintah sudah membuat program dalam lingkup pendidikan, yaitu dengan memberikan beasiswa dan bidik misi di berbagai lembaga pendidikan dan universitas. “ Manusia – manusia yang terdidik, terampil dan menguasai IPTEK adalah penggerak Negara; Boediono”. Karena salah satu  mesin pembangun bangsa ialah melalui pendidikan. Pendidikan suatu negar itu jelek maka akan serupa dengan perkembangan dengan bangsanya.
Untuk itu pemerintah harus memperhatikan perkembangan – perkembangan yang ada dimasyarakat dan sekeiling Indonesia. Seperti, perkebangan peperangan Ideologi dan perang budaya. Dalam dunia pendidikan, agar masyarakat tidak mudah dibodohi dan tertipu oleh bagsa lain, maka pendidikan harus ditingkatkan kualitasnya. Tidak kalah penting, dan harus disorot adalah aturan hokum yang ada di Negara ini, karena hokum adalah hal yang fundament dalam kehdupan berbangsa bernegara.


Jumat, 18 Mei 2012

Ayat-ayat Ilmu Pengetahuan


Tafsir Ayat-ayat Ilmu Pengetahuan
           
1.   Memanfaatkan ilmu pengetahuan manusia dengan tujuan untuk menguatkan kandungan ayat-ayat Al-Qur'an adalah salah satu contoh dari usaha pengejawantahan metode tafsir saintis¨Dalam beberapa contoh yang tidak sedikit dapat kita jumpai seorang mufassir atau penulis memanfaatkan penemuan-penemuan ilmiah baru untuk memperkuat ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas masalah tersebut tanpa ia ingin menuntaskan sebuah permasalahan dengan menyebutkan penemuan-penemuan ilmiah itu.¨Kita dapat menemukan contoh-contoh untuk hal ini dalam beberapa permasalahan berikut ini:¨

  • Peranan air dalam kehidupan;

"Dan Kami menjadikan dari air segala sesuatu yang hidup." (QS. al-Anbiya' [21]:30)

  • Realita berpasangan-pasangan di alam makhluk hidup;

"Dan dari setiap sesuatu Kami jadikan berpasangan supaya kamu ingat." (QS. adz-Dzariyat [51]:49)¨

  • Tahapan perkembangan janin manusia;

"Dan Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Kami menjadikannya sebagai air sperma di dalam tempat perlindungan yang kokoh [rahim]. Lalu Kami menjadikan air sperma itu sebagai gumpalan darah, kemudian Kami jadikan gumpalan darah itu sebagai sepotong daging, lalu Kami jadikan sepotong daging itu berbentuk tulang-belulang, dan lalu Kami membungkus tulang-belulang itu dengan daging, serta setelah itu, Kami menciptakannya sebagai sebuah makhluk baru ...." (QS. al-Mukminun [23]:12-14)¨

  • Peran angin dalam mewujudkan awan dan hujan;

"Dan Allah adalah Dzat yang telah mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan, dan kemudian Kami menggiring awan tersebut ke arah negeri yang mati." (QS. Fathir [35]:9)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahn kamu bersyukur.”(QS. arrum[30]:46)

Pembawa berita gembira pada surat Arrum tersebut maksudnya: Awan yang tebal yang ditiup angin lalu menurunkan hujan. Karenanya dapat dirasakan rahmat Allah dengan tumbuhnya biji-biji yang telah disemaikan dan menghijaunya tanaman-tanaman serta berbuahnya tumbutumbuhan dan sebagainya.

Kita juga dapat melihat hal ini di dalam surah an-Nur, ayat 43, dan surah al-A'raf, ayat 57.

  • Hidayah intern setiak makhluk;

"Ia berkata, 'Tuhan kami adalah Dzat yang telah menciptakan segala sesuatu yang sesuai dengan tuntutan ciptaannya, dan kemudian Dia memberinya petunjuk." (QS. Thaha [20]:50)¨

  • Peran gunung dalam menjaga kestabilan bumi;

 "Dan Kami telah menciptakan di atas bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu tidak menggoncangkan mereka." (QS. al-Anbiya' [21]:31)¨

Dan okyak-obyek pembahasan lainnya yang pada masa kini banyak ditemukan lantaran penemuan-penemuan ilmiah tersebut.

2.   Menyingkap rahasia-rahasia pemaparan Al-Qur'an di dalam buku-buku tafsir masa lalu membuktikan bahwa para penulis tafsir itu hanya mencari kemukjizatan Al-Qur'an di dalam kefasihan kata ayat-ayat Al-Qur'an. Sementara itu, pada abad-abad terakhir ini, di bawah pengaruh penemuan-penemuan ilmiah telah terbuktikan bahwa penjelasan Al- Qur'an memiliki presisi, elegansi, dan poin-poin yang sangat jeli.¨Sebagai contoh atas hal ini, kita dapat memperhatikan dan merenungkan realita-realita berikut ini:¨

·         Dalam menyifati bulan, Al-Qur'an menggunakan kosa kata "nur" (cahaya) dan sementara itu, ketika menyifati matahari, ia menggunakan kosa kata "sirâj" (pelita).

"Dan Dia telah menjadikan bulan di dalamnya sebagi cahaya dan matahari sebagai pelita." (QS. an-Nur [24]:16)

  • Atau ia menegaskan bahwa menemukan arah di malam hari dapat dicapai dengan melihat cahaya bintang-gumintang.

"Dan dengan bintang-gumintang mereka mendapatkan petunjuk." (QS. an-Nahl [16]:16)
            Padahal seluruh planet juga memiliki cahaya. Ungkapan-ungkapan yang berbeda ini lantaran Al-Qur'an ingin menunjukkan bahwa cahaya matahari dan bintang berbeda dengan cahaya bulan. Cahaya bintang--seperti yang telah dibuktikan oleh sains modern--memancar dari diri bintang itu sendiri. Sementara itu, cahaya bulan hanyalah pantulan dari cahaya matahari. Pengungkapan-pengungkapan yang berbeda tersebut timbul dari sebuah realita yang nyata.¨

  • Tentang gerakan angin, Al-Qur'an menggunakan ungkapan yang berarti memutar dan membolak-balikkan.

"... dan di dalam tiupan angin." (QS. al-Jatsiyah [45]:5)
Ini adalah sebuah ungkapan yang sangat jeli tentang gerakan dan tiupan angin, sebagaimana hal itu telah dibuktikan oleh ilmu ramalan cuaca.¨

  • Menyamakan berimanannya orang-orang kafir dengan mendaki ke langit. Allah berfirman,

"Dan barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kesesatannya, niscaya Dia menjadikan dadanya sesak lagi sempit seolah-olah ia sedang mendaki ke langit." (QS. al-An'am [6]:125)
            Pada masa sebelumnya, ayat ini ditafsirkan berdasarkan satu perasaan psikologis dalam membayangkan bagaimana beratnya mendaki ke langit. Akan tetapi, pada masa kini, berdasarkan penemuan-penemuan ilmiah modern, terbukti bahwa karena cuaca di luar bumi sangat tipis dan berdiam diri di tempat tersebut akan membuat jalan pernapasan tersumbat, maka Al-Qur'an menggunakan persamaan demikian.¨

  • Pembaharuan kulit demi kebersinambungan siksa bagi orang-orang kafir. Allah berfirman,

"Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan azab." (QS. an-Nisa' [4]:46)
            Realita ini dikarenakan saraf perasa rasa sakit terdapat di bagian kulit dan bagian-bagian di bawah otot memiliki saraf perasa sakit yang sangat lemah. Oleh karena itu, pergantian kulit baru dapat melanggengkan azab Ilahi.¨

  • Garis-garis tipis yang terdapat di ujung jari-jemari. Allah berfirman,

"Bukan demikian, sebenarnya kami kuasa menyusun [kembali] jari-jemarinya dengan sempurna." (QS. al- Qiyamah [75]:4)
            Hal dimaksudkan untuk untuk kekuataan dan kekuasaan yang filsafatnya sebagamimana sudah terbuktikan di dalam dunia ilmu pengetahuan modern adalah kejelian dan ketelitian yang tersembunyi di angota tubuh ini. Penyebutan anggota tubuh pendengaran, penglihatan, dan kalbu secara berurutan juga untuk menunjukkan urgensi khusus masing-masing.¨

  • Bersumpah demi orbit-prbit bintang-gumintang juga demi menunjukkan urgensinya dalam menjaga kestabilan dunia. Allah berfirman,

"Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang." (QS. al-Waqi'ah [56]:74)
            Dan masih banyak lagi contoh-contoh lain yang penjelasan Al-Qur'an menyingkap rahasia alam tabiat yang paling jeli.

3.   Memanfaatkan penemuan-penemuan ilmiah baru untuk menafsirkan dan menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an¨Untuk menjelaskan hal ini, kita dapat menengok contoh-contoh berikut ini. Kami akan menyebutkan contoh-contoh tersebut tanpa kami menganalisa kebenaran atau kesalahannya.¨

Allah berfirman, :

"Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang yang dapat kamu lihat." (QS. ar-Ra'd [13]:2)
            Menurut pendapat para mufassir kuno, langit berdiri tanpa penyangga. Kalaupun frase "yang dapat kamu lihat" dianggap sebagai sifat bagi "tiang", mereka berpendapat bahwa tiang-tiang yang tak terlihat itu adalah kekuatan Allah.¨Akan tetapi, setelah terungkapnya gravitasi bumi, sebagai mufassirin dan para penulis menafsiran frase "tanpa tiang yang dapat kamu lihat" dengan kekuatan gravitasi yang ada antara bumi dan matahari. Mereka meyakini bahwa maksud Allah dari frase tersebut adalah kekuatan gravitasi tidak terlihat yang terdapat di dunia ini.¨
Allah berfirman,

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan [Kami] dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (QS. adz-Dzariyat [51]:47)

            Pada masa lalu, kata Mu'siun (meluaskan) diartikan dengan keluasan rezeki atau kekuatan. Ath-Thabarsi menulis, Yaitu, "Kami mampu untuk menciptakan sesuatu yang lebih agung darinya. Tafsir ini dinukil dari Ibn Abbas. Dan juga ada pendapat yang mengatakan bahwa artinya adalah Kami meluaskan rezeki atas para makhluk dengan menurunkan hujan ...."¨Akan tetapi, setelah munculnya teori meluasnya ruang angkasa dan percobaan- percobaan yang membuktikan bahwa realita ini dapat terjadi dengan perubahan yang muncul di dalam spektrum cahaya, teori di atas dapat didukung. Pada masa kini, sebagian mufassirin, kata Mu'siun ditafsirkan dengan perluasan ruang angkasa.¨
Allah berfirman,

"Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri [orang kafir], lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya." (QS. al-Anbiya' [21]:44; ar-Ra'd [13]:41)

            Penafsiran mayoritas para mufassir dari ayat ini selama ini adalah, bahwa maksud dari ayat tersebut adalah pembumihangusan negeri-nageri dan kemusnahan umat. Menurut sebagian penafsiran, ayat ini ditafsirkan dengan kematian para ulama dan ilmuwan.¨Akan tetapi, sebagian penulis menafsirkan ayat tersebut fenomena terpisahnya bulan dari bumi. Sepertinya, maksud dari kata 'athrâf' adalah bumi dan dari kata 'naqasha' adalah memisahkan.¨Berkenaan dengan hal ini, al-Kawakibi menulis, "Para pemikir telah mengadakan penelitian bahwa bulan terpisah dari bumi, dan dalam hal ini, Al-Qur'an berfirman, 'Kami mendatangi negeri [orang kafir], lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya.'

4.   Ayat-ayat yang telah ditafsirkan dan dijelaskan atas dasar penemuan-penemuan imiah baru seperti sangatlah banyak. Kami akan menyebutkan sebagiannya di bawah ini secara ringkas:¨

 Allah berfirman,
"Kami mengirimkan angin-angin untuk pembuahan." (QS. al-Hijr [15]:22). Ayat ini ditafsirkan dengan pertemuan aliran listrik positif dan negatif di awan.¨

Allah berfirman,
"Dan setelah itu, Ia memperluas bumi." (QS. an-Niazi'at [79]:30)

  • Ayat ini ditafsirkan dengan kebermunculan benua-benua di dunia ini.¨ Allah berfirman,

"Kamu tidak akan dapat menyusup [ke batas-batas langit] kecuali dengan kekuatan [yang luar biasa]." (QS. ar-Rahman [55]:33)

  • Ayat ini ditafsirkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Allah berfirman, "Dan bumi mengeluarkan segala bebannya." (QS. az-Zilzal [99]:2)

            Ayat ditafsirkan dengan keluarnya gas dan bensin.¨Golongan Intemperatif (Mufrith) dan Golongan Moderatif (Mu'tadil)¨Dalam tendensi penafsiran saintis, kita dapat membagi tendensi ini ke dalam dua kategori umum:

(1) golongan intemperatif :
 Golongan intemperatif  biasanya memiliki dua kriteria umum:

a. Mengklaim seluruh penemuan dan teori saintis sebagai sebuah asumsi yang pasti dan menyakinkan.
b. Menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an berdasarkan penemuan-penemuan saintis tersebut secara pasti dan seratus persen.

(2) golongan moderatif :
Adapun dalam pandangan golongan moderatif:

a. Penemuan-penemuan ilmiah bukanlah sebuah fenomena yang pasti dan tidak dapat berubah. Dalam pandangan moderatif ini, diusahakan agar hakikat ilmiah dibedakan dari teori dan pandangan ilmiah.
b. Dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an secara ilmiah, golongan ini selalu mengikat dirinya dengan sebuah kemungkinan dan tindakan hati-hati.
Di antara contoh penafsiran ilmiah secara moderatif, kita dapat memperhatikan tafsir ayat Al-Qur'an yang berbunyi,

"Sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (QS. adz-Dzariyat [51]:47)

¨Dalam rangka menafsirkan ayat tersebut, Allamah Thabathabai menulis, "Dan ada kemungkinan bahwa kata 'mûsi'ûn' diambil dari ungkapan 'awsa'a an-nafaqah', yaitu memperbanyak nafkah. Atas dasar ini, maksud dari ayat tersebut adalah perluasan dan penambahan ciptaan langit, sebagaimana hal itu dicenderungi oleh pembahasan- pembahasan saintis pada masa kini.
" Penafsiran semacam ini juga diyakini oleh penulis Tafsir Nemûneh, seperti telah kami jelaskan di atas.¨Contoh lain dapat kita lihat dalam penafsiran ayat,

"Engkau melihat bahwa gunung- gunung itu diam [tak bergerak], sedangkan ia berjalan sebagaimana awan berjalan." (QS. an-Naml [27]:88)

¨Sebagian ahli tafsir menafsirkan ayat tersebut dengan bergeraknya gunung-gunung pada hari kiamat. Akan tetapi, sebagian yang lain mengklaim bahwa ayat ini adalah salah satu mukjizat ilmiah Al-Qur'an. Mereka meyakini bahwa ayat ini membukikan bahwa bumi bergerak.
¨Contoh lain, dapat dijumpai dalam ayat,

"Dan matahari bergerak (menuju) ke tempat berdiamnya." (QS. Yasin [36]:38)

Pada masa-masa sebelumnya, para mufassir menafsirkan ayat ini dengan gerakan lahiriah matahari yang berjalan sehari-hari atau per musim. Akan tetapi, pada masa kini, berdasarkan penemuan-penemuan ilmiah dan sains baru, para ahli tafsir menafsirkan ayat tersebut dengan gerakan matahari menuju suatu titik tertentu yang di situ terdapat planet Vega.

            Sungguh luar biasa Al-Qur’an itu, benarlah jika Al-Qur’an itu mencakup segala urusan. Salahlah orang yang menganggap Al-Qur’an itu tak lengkap atau hanya membahas tentang ibadah, akhlak, dan tauhid juga syariah Islam saja. Juga salah jika orang-orang yahudi menyatakan Al-Qu’an merupakan ciptaan Muhammad. Ayat-ayat yang telah dipaparkan merupakan bukti bahwa semua ilmu pengetahuan yang ada sampai saat ini, semua merujuk pada Al-Qur’an, yang tidak ada kecacatan didalamnya.
            Semoga apa yang telah kami paparkan diatas dapat menguatkan keimanan kita kepada Allah SWT, dan mampu membuat kita semangat untuk menuntut ilmu dan yakin bahwa kekuatan barat saat ini dengan ilmu pengetahuannya itu karena adanya Al-Qur’an. Oleh karena itu bersemangatlah wahai pemuda muslim, semua ini menunjukan bahwa seharusnya kita lah yang menjadi penemu dan pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi.